Tujuan BK Karier di SMA



Menurut ABKIN (2007:21-22) dalam Rambu-rambu Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal, Bimbingan dan Konseling karier di sekolah (SMA/SMK) ditujukan untuk memfasilitasi siswa agar:
1.   Memiliki pemahaman diri (kemampuan, minat, dan kepribadian) yang terkait dengan pekerjaan.
2.   Memiliki pengetahuan mengenai dunia kerja dan informasi karier yang menunjang kematangan kompetensi karier.
3.   Memiliki sikap positif terhadap dunia kerja.
4.   Memahami relevansi kompetensi belajar (kemampuan menguasai pelajaran) dengan persyaratan keahlian atau keterampilan bidang pekerjaan yang menjadi cita-cita kariernya masa depan.
5.   Memiliki kemampuan untuk membentuk identitas karier.
6.   Memiliki kemampuan merencanakan masa depan.
7.   Dapat membentuk pola-pola karier, yaitu kecenderungan arah karier.
8.   Mengenal keterampilan, kemampuan, dan minat.
9.   Memiliki kemampuan atau kematangan untuk mengambil keputusan karier.
E.     Karakteristik Perkembangan Karir Siswa SMA/SMK Dihubungkan Dengan Teori Super
Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, siswa SMA/SMK berada pada tahap perkembangan remaja. Oleh karenanya, Grand Theory perkembangan karir remaja yang dikemukakan oleh Super dalam konsep life-stages. Super meringkas konsep life-stages dan membaginya menjadi lima tahap perkembangan karir, yaitu :
1.      Tahap pertumbuhan (growth)
2.      Tahap Eksplorasi (exploration)
3.      Tahap Pendirian (stabilishment)
4.      Tahap Pemeliharaan (maintenance)
5.      Tahap Kemunduran (decline)
menurut pendapat Super diatas, maka tahap perkembangan karir remaja berada pada tahap Eksplorasi (exploration).
Berdasarkan uraian diatas, karakteristik perkembangan karir siswa SMA/SMK sesuai dengan karakteristik perkembangan karir remaja, yaitu berada pada tahap Eksplorasi (usia 15-24 tahun). Tahap Eksplorasi ditandai dengan mulai melakukan Penelaahan diri (self examination), mencoba berbagi berbagai peranan, serta melakukan penjelajahan pekerjaan atau jabatan baik di sekolah, apda waktu senggang, maupun melalui sistem magang. Level Eksplorasi meliputi tiga sub tahapan yaitu:
1.      Pertama, Sub Tahap Tentatif (Usia antara 15-17 tahun)
Tahap ini dikarakteristikan dengan mulai dipertimbangkannya aspek-aspek kebutuhan, minat, kapasitas, nilai-nilai dan kesempatan secara menyeluruh. Pilihan pada masa tentatif ini mulai diusahakan untuk keluar dari fantasi, baik melalui diskusi, bekerja, maupun aktivitas lainnya. Berdasarkan uraian tersebut, dapat dimaknai bahwa tugas perkembangan karir pada masa remaja sub tahap tentatif adalah Kristalisasi Preferrensi Karir.
2.      Kedua, Sub Tahap Transisi (Usia antara 18-21 tahun)
Tahap ini dikarakteristikan dengan menonjolkan pertimbangan yang lebih realistis untuk memasuki dunia kerja atau latihan profesional serta berusaha mengimplementasikan konsep dirinya. Tugas perkembangan pada sub tahap transisi adalah spesifikasi preferensi karir.
3.      Ketiga, Sub Tahap Mencoba (Trial) dengan sedikit Komitmen (Usia antara 22-24 tahun)
Dikarateristikan dengan mulai ditemukannya lahan atau lapangan pekerjaan yang dipandang cocok, serta mencobanya sebagai sesuatu yang sangat potensial.

Komentar