Peran Guru BK dalam Menghadapi R.I. 4.0
Perlu
kita ketuhaui saat
ini kita berada pada era digital atau industri 4.0 dan menghadapi revolusi
industri 4.0 yang semakin kompetitif dan semakin ketat persaingan global
dibutuhkan persiapan yang matang untuk membentuk peserta didik yang unggul
tidak hanya secara akademis tapi juga berkarakter yang baik, yang mampu
bersaing di tingkat nasional dan juga tingkat internasional. Memasuki
RI
4.0 konselor sekolah perlu untuk menghadapi tantangan ini dengan
komitmen
dan
kreativitas. Komitmen
dan kreativitas diperlukan untuk mengubah tantangan menjadi peluang dengan terus berlatih mengembangkan
diri
dan mempelajari keterampilan baru yang sesuai dengan kebutuhan
siswa masa
kini. Keterampilan
yang saat ini paling diperlukan adalah
keterampilan konselor sebagai mediator budaya dan keterampilan dalam hal penguasaan teknologi. Melalui penguasaan tersebut konselor
dengan optimal memberikan
layanan bimbingan
karir pada siswa
Karena di jaman sekarang ini
dibutuhkan lulusan peserta didik yang memiliki kecakapan gobal dalam hal cara
berfikir, bekerja dan penguasaan ilmu dan teknologi. Diperlukan pendidikan yang
menekankan pada potensi peserta didik dalam setting pendidikan karakter.
Hal ini sesuai dengan Undang-Undang No.20 Tahun 2003 Pasal 3 tentang
Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan: “Pendidikan Nasional berfungsi
mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang
bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk
mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung
jawab.”
Bagaimana dengan teman – teman sejawat guru bimbingan konseling (BK) dalam
mensikapi tantangan dan peran guru BK sebagai salah satu komponen pendidikan di
era digital ini. Tantangan ini mau tidak mau harus kita dihadapi dengan
komitmen yang kuat, kerja keras dan kreativitas. Komitmen dan kerja keras untuk
terus mengembangkan diri dan mempelajari keterampilan baru yang sesuai dengan kebutuhan
siswa masa kini dan meningkatkan kompetensi sebagai guru BK yang
profesionalisme. Dan yang kedua adalah penguasaan dan pengguanaan
teknologi secara kreatif membuat konselor sekolah bekerja lebih efisien dan
efektif., contohnya pembuatan program Bimbingan Konseling sekolah berbasis
teknologi, membentuk program layanan BK yang lebih efektif dan efisien sesuai
kebutuhan peserta didik.
Ketiga, guru BK dalam memberikan layanan Bimbingan dan konseling saat ini
berupa upaya pengembangan potensi-potensi positif individu peserta didik yang
tanpa melupakan fungsi BK ialah pencegahan dan pengentasan permasalahan peserta
didik, dengan layanan dasar BK maupun responsif sesuai dengan kebutuhan peserta
didik, yang bisa berkolaborasi dengan berbagai pihak yang berkompeten di
bidangnya. Selain itu pemberian Layanan Peminatan dan Perencanaan Individual
Peserta Didik yang bertujuan untuk memberi bantuan kepada semua peserta
didik/konseli dalam membuat dan mengimplementasikan rencana pribadi, sosial,
belajar, dan karir. dengan memberikan informasi yang luas dan mendalam tentang
kelanjutan studi dan dunia kerja, sampai penetapan dan pemilihan studi lanjut.
Dalam layanan BK juga di dukung dengan pengelolaan sumberdaya dana, materi, dan
fasilitas yang baik dan pengembangan diri konselor, supaya menjadi lebih
profesional.
Komentar
Posting Komentar