Kesesuaian antara Karakter dan Pilihan Hidup



    Dalam memilih karir selain karena faktor eksternal tentunya juga sangat dipengaruhi oleh faktor internal, contohnya adalah karakter yang dimiliki oleh masing-masing individu. Terdapat beberaa jenis tipe kepribadian  yang dimana dalam pemilihan karir hal ini dapat menjadi salah satu pertimbangan. Berikut ini adalah tipe-tipe kepribadian menurut  John Holland
1. Tipe Realistik
    Orang yang realistik menguasai lingkungan sosial dan fisiknya dengan memilih tujuan-tujuan, nilai-nilai, dan tugas-tugas yang memerlukan penilaian yang obyektif, konkret, manipulasi benda-benda, alat-alat binatang dan mesin-mesin; dan menghindari tujuan, nilai-nilai yang memerlukan kesubyektifan, intelektual, ekspresi artistik, dan keterampilan serta kepekaan sosial.
    Berikut ini adalah karakteristik orang-orang realistik ditinjau dari beberapa aspek:
a. Tujuan dan nilai-nilai: Lebih menyukai pekerjaan yang berkaitan dengan pertanian, teknik, kecakapan    berdagang, dan pekerjaan teknik mesin. Memiliki nilai-nilai konvensional, terutama nilai-nilai ekonomis. Menganggap bahwa nilai-nilai estetis tidak begitu penting.
b.  Peranan yang lebih disukai dan identifikasi: Suka atletik, bersifat kelaki-lakian, tidak sosial, berperan sebagai anggota biasa atau peserta; menghindari peran sebagai pengawas atau pemimpin.
c. Aktivitas-aktivitas yang disukai: Suka aktivitas yang melbatkan kecakapan gerak (motorik), benda-benda dan berstruktur. Aktivitas tersebut termasuk atletik, pramuka, keahlian, karya-karya ilmiah, berkelompok, menggambar, mesin-mesin, bengkel mekanik, ahli menembak, balapan (racing), berkebun.
d. Yang tidak disukai: Menghindari situasi sosial yang memerlukan ekspresi diri yang bebas (peranan menurut selera tertentu dan artistik), dimana dia akan memusatkan perhatiannya, menghindari tugas-tugas intelektual dan tugas-tugas verbal yang memerlukan membaca, dan berpikir  abstrak; menghindari situasi kerja yang menekankan pada pakaian yang pantas, berbicara dan tata krama yang konvensional, dan sifat-sifat kepribadian yang diterima oleh masyarakat umum.
e. Konsep diri: Memandang dirinya sendiri seperti telah dewasa dan matang, kelaki-lakian, praktis, konvensional, gigih, tidak sosial, rendah diri, bersikap patuh, alamiah (tidak memamerkan diri), senang dengan perubahan, dan memiliki jangkauan minat yang terbatas, menganggap dirinya kurang memiliki kepercayaan diri.
f. Hasil kerja (prestasi): Terutama hasil kerja yang dicapai dalam lapangan teknik dan olahraga; cenderung kurang baik dalam bidang akademis, soaial, dan seni.
g. Persepsi dan pandangan: Memiliki pandangan yang sederhana, bergantung pada pendapat orang lain dibandingkan dengan pendapat sendiri.
h. Bakat dan kemampuan khusus: Memiliki bakat yang lebih baik dalam matematika daripada bakat verbal; keterampilan psikomotor dan mekanis jauh melampaui bakat numerikal (angka), verbal, dan persepsi.
i. Kepribadian: orang-orang yang realistik menonjolkan dirinya dengan cara mengembangkan keterampilan motorik dan keolahragaan, dengan memperkenalkan kegagahan tubuh (fisik) dan dapat menguasai material. Menjalankan mesin-mesin, alat-alat, dan kendaraan (terutama yang besar dan sangat kuat).
   Terdapat beberapa pekerjaan yang cocok dengan tipe realistik diantaranya: insinyur tekmik, pilot, mekanik, tenaga pengepakan, staf produksi, operator mesin/ radio, sopir truk, petani, pengawas bangunan, ahli listrik, dan pekerjaan lain yang sejenis.

2. Tipe Intelektual
   Orang-orang inteletual menguasai lingkungan fisik dan sosial melalui penggunaan intelegensi; ia memecahkan masalah melalui manipulasi ide-ide, kata-kata, simbol-simbol dibandingkan dengan melalui kecakapan fisik dan sosial.
    Berikut  ini adalah karakteristik orang-orang dengan tipe intelektual ditinjau dari beberapa aspek:
a. Nilai-nilai dan tujuan: Lebih menyukai lapangan kerja atau jabatan ilmiah; memiliki nilai-nilai teoritis dan kurang suka dengan tugas-tugas dan persoalan estetis.

b. Peranan yang disukai dan identifikasi: Peranan yan disukai sebagai seorang pekerja yang berdiri sendiri (bebas), baik memberi maupun menerima dukungan; lebih suka menjadi dirinya sendiri.

c. Aktivitas-aktivitas yang disukai: Suka aktivitas dari permukaan sampai selesai dimana ia dapat mengekspresikan ketidaksosialannya, bergaul, dengan orang lain, analitis, orientsi yang imajinatif; membaca karya-karya ilmiah, berkelompok, pramuka, fotografi, aljabar, bahasa asing, ilmu-ilmu fisik, trigonometri, aktivitas-aktivitas yang kreatif seperti seni musik dan seni ukir.

Komentar