Cara Pelaksanaan Bimbingan Karier



Cara pelaksanaan Bimbingan Karier di Sekolah terdiri dari dua macam tehnik pendekatan, yaitu pendekatan individual dan pendekatan kelompok. Pendekatan kelompok dalam Bimbingan Karier akan memungkinkan masalah yang bersangkut paut dengan karier dapat ditangani untuk semua siswa di Sekolah. Supaya memiliki keterampilan dalam proses pengambilan keputusan mengenai apa yang dicita-citakan pekerjaan, jabatan atau karier yang utama dimasa depan. Untuk mencapai tujuan itu para siswa perlu memahami dirinya sendiri dan lingkungannya serta dapat mengambil keputusan yang bemakna bagi dirinya.
Berdasarkan kelompok dalam Bimbingan Karier di Sekolah nampaknya menjadi suatu pendekatan bimbingan yang esensial karena dapat memberikan bantuan layanan kepada semua siswa di Sekolah. Maka dari itu pendekatan kelompok dalam Bimbingan Karier dapat meningkatkan konselor propesional secara maksimal.Cara pelaksanaan Bimbingan Karier di Sekolah adalah sebagai berikut:
“Cara pelaksanaan Bimbingan Karier di Sekolah dapat ditempuh melalui dua pendekatan yakni: Pendekatan Individual yaitu dengan penyuluhan karier dan pendekatan kelompok dengan kegiatan:
1.      Paket belajar,
2.      Pengajaran unit,
3.      Papan buletin,
4.      Hari Karier dan
5.      Karya Wisata Karier.
Agus suyanto, 1989: 23, Pendapat  di atas menekankan bahwa Bimbingan Karier dilaksanakan melalui dua cara pendekatan sebagai berikut:
a.       Pendekatan Individual yaitu: Melalui penyuluhan karier. Bantuan dengan penyuluhan karier melalui dua cara: Konseling tentang pemecahan kesulitan dengan tujuan mengatasi masalah yang dihadapi siswa. Dan bantuan perorangan agar masing-masing siswa dapat memahami dirinya, memahami dunia kerja dan mengadakan penyesuaian antara dirinya dengan dunia kerja.
b.      Pendekatan Kelompok
Paket Belajar, maksudnya pelaksanaan Bimbingan Karier, menggunakan lima Pendekatan Belajar yaitu:(a). Pemahaman diri, (b). Nilai-nilai, (c). Pemahaman lingkungan, (d). Hambatan dan cara mengatasinya, (e). Merencanakan masa depan.
c.       Pengajaran Unit, setiap bidang studi memiliki suatu pokok bahasan yang berkaitan dengan suatu pekerjaan selama proses belajar hendaknya memberikan informasi yang berkaitan dengan suatu pekerjaan selama proses belajar memberikan informasi yang berkaitan dengan suatu pekerjaan sehubungan dengan dengan materi yang disampaikan.
d.      Papan Buletin, maksudnya melalui papan buletin petugas BK memasang informsi. Informasi tentang berbagai jenis pekerjaan yang bahannya diambil dari guntingan. Tentang suatu pekerjaan,dan sebagainya.
e.       Hari Karier, maksudnya kegiatan untuk mengisi hari-hari tertentu yang diisi dengan ceramah dari sumber tentang suatu pekerjaan.
f.       Karya Wisata, maksudnya para siswa diajak berkunjung ketempat suatu pekerjaan untuk melihatdari dekat tentang suatu pekerjaan.

Pentingnya Pelaksanaan Bimbingan Karir bagi Siswa di Sekolah Keberadaan bimbingan karir sebagai bagian dari layanan bimbingan konseling di SMA mengandung konsekuensi terhadap peran dan tugas konselor dalam memberikan layanan bimbingan terhadap siswanya. Peran dan tugas konselor tidak hanya sekedar membimbing siswa dalam  menentukan pilihan-pilihan karirnya, tetapi dituntut pula untuk membimbing siswa  agar dapat mmahami diri dan lingkungannyadalam rangka perencanaan karir dan  penetapan karir pada kehidupan masa mendatang.
Setiap siswa di sekolah menengah akan sampai pada tingkat kematangan karir yang berbeda melalui rute yang berbeda (lancar atau tidak lancar) aktivitas bimbingan karir harus memiliki tiga penekanan: mendorong perkembangan karir, menyediakan perlakuan,dan membantu penempatan (mengacu kepada perpindahan  pelajar ke tingkat pendidikan selanjutnya atau ke kehidupan pekerjaan).
Kegiatan (aktivitas) bimbingan karir pada sekolah menengah harus bisa  mengantar setiap pelajar untuk menanggulangi tugas perkembangan menuju perkembangan karir, dan membimbing pelajar kepada kreasi dan prestasi dari seperangkat pilihan dan rencana yang akan ditetapkan Penekanan-penekanan utama dalam aktivitas aktivitas bimbingan karir untuk berbagai individu haruslah didasarkan pada intensitas perencanaan, kesiapan berpartisipasi dalam kehidupan sebagai pribadi yang independent, dan keterarahan individu-individu kepada tujuan. Dengan demikian, dapat direkomendasikan tujuan-tujuan untuk aktivitas-aktivitas bimbingan karir di sekolah menengah sebagai berikut:
1.      Siswa mengembangkan kesadaran akan perlunya implementasi yang lebih  khusus dari tujuan-tujuan karier.
2.      Siswa mengembangkan rencana-rencana yang lebih khusus guna  mengimplementasikan tujuan-tujuan karier.
3.      Siswa melaksanakan rencana-rencana untuk dapat memenuhi syarat-syarat  memasuki pekerjaan dengan mengambil mata pelajaran di tingkat sekolah  lanjutan, dengan latihan dalam jabatan, atau dengan mengejar latihan lebih  lanjut di perguruan tinggi atau pendidikan pasca sekolah lanjutan yang  mengantar pada kualifikasi-kualifikasi untuk suatu okupasi khusus (Daku,  2009).

Terdapat empat kegiatan bimbingan karir, yaitu sebagai berikut:
1.      Pemantapan pemahaman diri berkenaan dengan kecenderungan karir yang  hendak dikembangkan.
2.      Pemantapan orientasi dan informasi karir pada umumnya, khususnya karir yang hendak dikembangkan.
3.      Pemantapan pengembangan diri untuk pengambilan keputusan pemilihan karir sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
4.      Orientasi dan informasi terhadap dunia kerja dan usaha memperoleh  penghasilan untuk memenuhi kepentingan hidup, orientasi dan informasi  terhadap pendidikan yang lebih tinggi, khususnya sesuai dengan karir yang  hendak dikembangkan.
Selain itu terdapat pengenalan diri dan lingkungan serta pengembangan diri  dan karir, di antaranya sebagai berikut:
1.      Siswa mengenal dan memahami siapa dirinya.
2.      Siswa mengenal dan memahami lingkungannya, meliputi lingkungan keluarga, tetangga, sekolah, sosial, budaya dan masyarakat.
3.      Pengenalan dan pemahaman terhadap diri sendiri dan lingkungan itu dikerahkan untuk pengembangan diri siswa dalam segenap aspek pribadinya, termasuk pegembangan arah karir yang hendak diraihnya di masa yang akan datang (Hermayanti, 2008).



Komentar