Bimbingan Karir Di Sekolah
Kegiatan(aktivitas)
bimbingan karier pada sekolah menengah harus bisa mengantar setiap pelajar
untuk menangulangi tugas perkembangan menuju perkembangan karier, dan
membimbing pelajar kepada kreasi dan prestasi dari seperangkat pilihan dan
rencana yang akan di tetapkan.
Karena
pelajar di sekolah menengah akan sampai pada tingkat kematangan karir yang
berbeda melalui rute yang berbeda (lancar atau tidak lancar) aktivitas
bimbingan karier harus memiliki tiga penekanan :mendorong perkembangan karier,
menyediakan perlakuan,dan membantu penempatan (mengacu kepada perpindahan
pelajar ketingkat pendidikan selanjutnya atau kekehidupan pekerjaan.
Penekanan
penekanan utama dalam aktivitas aktivitas bimbingan karier untuk berbagai
individu haruslah didasarkan pada intensitas perencanaan, kesiapan
berpartisipasi dalam kehidupan sebagai pribadi yang independent, dan
keterarahan individu-individu kepada tujuan. Dalam hubungan dengan itu, the
nasional conference on Guidance, Counseling, and placement in Career
Development and Education Occupasional Decision-Making
(Cysbers&Pritchard,1969:74) merekomendasikan tujuan-tujuan untuk
aktivitas-aktivitas bimbingan karier di sekolah menengah sebagai berikut :
1. Siswa
mengembangkan kesadaran akan perlunya implementasi yang lebih khusus dari
tujuan-tujuan karier.
2. Siswa
mengembangkan rencana-rencana yang lebih khusus guna mengimplementasikan
tujuan-tujuan karier.
3. Siswa
melaksanakan rencana-rencana untuk dapat memenuhi syarat-syarat memasuki
pekerjaan dengan mengambil mata pelajaran di tingkat sekolah lanjutan, dengan
latihan dalam jabatan, atau dengan mengejar latihan lebih lanjut di perguruan
tinggi atau pendidikan pasca sekolah lanjutan yang mengantar pada
kualifikasi-kualifikasi untuk suatu okupasi khusus.
Dalam
hal ini kita akan membahas tentang bidang karir agar bimbingan karier di
Sekolah dapat berfungsi dengan sebaik – baiknya. Sesuai dengan tujuan yang
telah ditetapkan, maka beberapa pandangan tentang prinsip-prinsip bimbingan
perlu diperhatikan oleh para pembimbing pada khususnya dan administrator
sekolah pada umumnya, terutama dalam penyusunan program pelaksanaan layanan
bimbingan karier di sekolah. Secara umum prinsip-prinsip bimbingan karier di
Sekolah, adalah sebagai berikut :
1. Seluruh
siswa memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan dirinya dalam
pencapaian kariernya secara tepat. Tidak ada perkecualian, baik itu yang kaya
maupun yang miskin, dan faktor-faktor lainnya.
2. Setiap
siswa harus memahami bahwa karier itu adalah sebagai suatu jalan hidup, dan
pendidikan adalah sebagai persiapan dalam hidup.
3. Siswa
hendaknya dibantu dalam mengembangkan pemahaman yang cukup memadahi terhadap
diri sendiri dan kaitannya dengan perkembangan sosial pribadi dan perencanaan
pendidikan karier.
4. Siswa
secara keseluruhan hendaknya dibantu untuk memperoleh pemahaman tentang
hubungan antara pendidikannya dan kariernya.
5. Setiap
siswa hendaknya memilih kesempatan untuk menguji konsep, berbagai peranan dan
ketrampilannya guna mengembangkan nilai-nilai dan norma-norma yang memiliki
aplikasi bagi karier di masa depannya.
6. Program
Bimbingan Karier di sekolah hendaknya diintegrasikan secara fungsional dengan
program bimbingan dan konseling pada khususnya.
7. Program
bimbingan karier di sekolah hendaknya berpusat di kelas, dengan koordinasi oleh
pembimbing, disertai partisipasi orang tua dan kontribusi masyarakat.
Dari
beberapa hal yang terdapat dalam bimbingan karier tersebut dapat disimpulkan
bahwa, bimbingan karier dalam pelaksanaannya memiliki pedoman yang umun dan jelas
dalam memberikan pelayanan kepada siswanya dalam mendeteksi diri, memberikan
layanan tentang karakteristik dunia kerja sehingga mampu menciptakan
kemandirian siswa dalam menentukan arah pilih karier yang sesuai dengan keadaan
dirinya, agar mampu mencapai kebahagiaan hidup dimasa depan kariernya.
Komentar
Posting Komentar